Dibalik Cerita Kisruh Tentang Umroh Digital

kaworlds.com – Saat ini kita hidup di dunia modern dengan kemajuan teknologi digital yang semakin berkembang menjadi semakin cepat, pintar dan membuat semua hal bisa dakses secara mudah. Berbagai kebutuhan masyarakat baik primer maupun sekunder dapat dipenuhi secara mudah dengan hanya memanfaatkan teknologi internet secara online.

Dengan hanya mengandalkan sebuah smartphone atau komputer, semua kebutuhan yang diinginkan bisa terpenuhi secara instan tanpa harus melakukan aktivitas diluar ruangan.

Dibalik Cerita Kisruh Tentang Umroh Digital

Saat ini internet seakan-akan menjadi kebutuhan utama bagi semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Berbagai jenis kegiatan ekonomi masyarakat salah satunya yaitu wirausaha juga telah memakai konsep pemasaran modern yaitu dengan menggunakan media online untuk pemasaran produk seperti makanan, pakaian dan lainnya serta pemasaran jasa seperti cleaning service, agen perjalanan travel dan lainnya. Adapun yang saat ini hangat diperbincangkan dari salah satu konsekuensi era digital adalah mengenai polemik umroh digital.

Belum lama ini muncul sebuah inisiatif umrah digital dari Menkominfo  yang menggandeng dua unicorn platform situs online agen perjalanan yaitu Traveloka dan Tokopedia.

Inisiatif ini muncul ketika Traveloka dan Tokopedia diundang ke Arab Saudi oleh Menkominfo Rudiantara guna membahas berbagai hal yang salah satunya adalah penandatanganan MoU untuk mengadakan kerjasama dalam perjalanan ibadah umrah melalui sistem digital dengan perusahaan Wadi Makkah.

Hal ini kemudian menjadi polemik ketika jika nantinya pelaksanaan umrah digital ini benar-benar dilaksanakan, sebab dalam aturan Undang-Undang No 8 Tahun 2019 diatur bahwasanya pelaksanaan ibadah umrah diselenggarakan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Tentunya para biro travel umrah merasa khawatir jika nanti bisnis yang telah dijalankan tergerus oleh Traveloka dan Tokopedia karena masuk kedalam ranah bisnis tersebut.

Kemudian setelah diadakannya pertemuan antar Kemenag dan juga Menkominfo dalam membahas umrah digital ini disepakati bahwa dalam pemberangkatan umrah harus tetap dilakukan oleh PPIU sesuai dengan ketentuan undang-undang, sedangkan pengembangan inisiatif umrah digital ini nanti hanya bersifat opsional.

Jadi para masyarakat yang ingin berangkat umrah bisa memilih melalui dua cara yakni mendaftar langsung di PPIU seperti biasanya atau dengan memilih paket PPIU yang telah disediakan di marketplace Traveloka atau Tokopedia dengan keberangkatan tetap melalui PPIU.

Baca juga : Trik Makan di Restoran Buffet (All You Can Eat)

Adanya inisiatif umrah digital tersebut juga tidak lepas dari pertimbangan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di dunia penyumbang jemaah haji dan umrah, serta banyaknya kasus permasalahan mengenai penyelenggaraan umrah tentang penyelewengan dana.

Tentunya dengan melihat kedua hal tersebut perlu dikembangkan inovasi dalam rangka meningkatan standar manajemen yang sesuai dengan masyarakat era digital yakni dengan menggunakan manfaat dari teknologi informasi.

Dengan adanya sistem umroh digital tersebut akan memudahkan para jemaah untuk melakukan perjalanan dan lebih efisien sehingga tercipta transparasi pengelolaan dana umrah dan bisa dipantau secara online.