8 Tewas Pada Kecelakaan Pesawat Lion Air di Filipina

Kaworlds – Sebuah pesawat yang digunakan sebagai ambulans udara oleh departemen kesehatan Filipina untuk memerangi wabah corona, terbakar ketika pesawat itu berangkat dari bandara Manila ke Jepang pada Minggu malam, menewaskan semua penumpang, kata pihak otoriter bandara.

Pesawat ringan itu membawa delapan orang, termasuk pilot dan dua anggota kru, seorang dokter, seorang perawat, seorang petugas medis penerbangan dan seorang penumpang berkebangsaan Amerika dan Kanada, menurut laporan radio setempat, mengutip pejabat bandara.

Tidak jelas apakah para penumpang diterbangkan ke udara untuk perawatan penyakit virus.

“Sayangnya, tidak ada penumpang yang selamat dari kecelakaan itu,” kata Otoritas Bandara Internasional Manila dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa landasan pacu telah ditutup dan penyelidikan sedang dilakukan.

Lembaga Penelitian untuk pengobatan Tropis, lembaga Filipina yang berada di garis depan memerangi penyakit ini, mengunakan pesawat di garis depan memerangi penyakit ini, menggunakan pesawat yang sama dari perusahaan penerbangan charter Filipina bernama Lionair untuk mengakut pasokan ke para pekerja medis di garis depan di propinsi-propinsi di seluruh negara, kata pejabat setempat.

Lionaiir, sebuah perusahaan yang berbasis di Filipina, terpisahkan dari Lion Air, maskapai penerbangan Indonesia yang merupakan salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Perusahaan penerbangan murah itu telah melakukan beberapa kecelakaan besar, termasuk kecelakaan fatal pada 2018 di pesawat jet 737.

Senator Richard Gordon, kepala Palang Merah Filipina, mengatakan bahwa tim medis telah dikirim ke bandara untuk menanggapi kecelakaan yang melibatkan Penerbangan 5880.

“Delapan penumpang, yang terdiri dari petugas medis penerbangan, seorang perawat, dokter, tiga awak pesawat, satu pasien dan rekannya berada di dalam pesawat,” katanya. “Pesawat itu terbakar dan meledak saat lepas landas landasan pacu NAIA 24,” tambahkanya, merujuk pada Bandara Internasional Ninoy Aquino, “Api itu sangat besar.”

Baca Juga : Olimpiade Tokyo 2020 Akan Ditunda Sampai 2021 Akibat Covid19

Lionair Inc. menerbangkan penerbangan charter dan memiliki kontrak dengan pemerintah ini mengoperasikan ambulans udara juga dan membantu pemerintah dalam program anti-koronavirus, mengangkut pasokan medis.

Pada bulan September sebuah pesawat ringan juga dioperasikan oleh perusahaan charter jatuh di Laguna, sebuah provinsi pinggiran selatan Manila, menewaskan sembilan orang di dalamnya.

Donald Mendoza, wakil direktur jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, mengatakan armada perusahaan itu akan diturunkan setelah kecelakaan itu.

“Ini cukup mengkhawatirkan, tetapi kami sedang melihat ke dalam catatan peristiwa malang yang terjadi pada Lionair ini. Tentunya, kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh, “katanya.