Atlit Wushu Menyumbangkan Dua Emas Untuk Indonesia dan Almarhum Ayahnya Yang Meninggal Saat Dia Tengah Bertanding

edgar xavier marvelo

Kaworlds – Disaat Indonesia merayakan kemenangan atas dua medali emas cabang olahraga wushu SEA Games 2019 di Filipina yang didapat oleh Edgar Xavier Marvelo, ayah Edgar justru meninggal disaat dia berkompetisi di Gunshu dan Daoshu pada Selasa pagi. Dia diberi tahu kabar duka tersebut sebelum pertandingannya pada hari Selasa dini hari, beberapa jam sebelum pertandingan final nya dimulai.

Ngatino, sekretaris jenderal Wushu Indonesia, mengatakan kepada CNN Indonesia bagaimana Edgar pada awalnya meminta izin untuk kembali ke Indonesia, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini sampai selesai.

“Sebenarnya Edgar diminta pulang oleh keluarganya, tetapi kami juga menjelaskan kepadanya bahwa ia telah bekerja keras melalui pelatihannya. Sebelum pergi ke Filipina, ia juga sempat bertemu dengan ayahnya memohon doa. Setelah berdiskusi dengan pelatihnya dan memberinya bimbingan, Edgar memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan kami sangat bersyukur dia mendapatkan medali emasnya, “kata Ngatino kemarin.

Pelatih Edgar berusaha membuatnya tetap termotivasi dan fokus untuk turnamen dengan membiarkannya mengekspresikan kesedihannya, hingga akhirnya dia terdorong untuk mengerahkan segenap kekuatannya untuk menang pada pertandingan ini demi mendiang ayahnya dan juga Indonesia.

Kemudian, di World Trade Center di Manila kemarin, atlet berusia 21 tahun itu menang dalam acara individu dan acara tim. Hal tersebut membuat Edgar dan beberapa tim Wushu Indonesia menangis.

Di Instagram, Edgar mengatakan ia mendedikasikan medali emasnya untuk mendiang ayahnya, Lo Tjhiang Meng.

Atlet itu mengatakan bahwa dia berjanji kepada ayahnya akan memenangkan medali emas di SEA Games 2019.

“Sebelum alat kesehatannya di lepas oleh medis, saya memberi tahu beliau bahwa saya berjanji untuk melakukan ini semua untuknya. Saya menelpon ibu saya, tolong beri tahu semua orang bahwa saya belum bisa pulang ke Indonesia karena ada badai di Filipina, saya mungkin baru bisa pulang ke esokan paginya,” Kata Edgar kepada CNN Indonesia kemarin. Edgar akhirnya terbang kembali ke rumah hari ini dan meletakkan medali emas di jasad ayahnya.

Baca Juga :  Beruang Madu Menyerang Seorang Warga Hingga Tewas Di Sumsel

Kisah Edgar kemudian viral dan menyentuh hati banyak orang di acara tersebut. Bahkan SEA Games mendikasikan post tentang juara wushu ini di seluruh media sosial mereka.

Dilahirkan di Jakarta pada 6 Desember 1998, Edgar telah aktif di wushu sejak ia berusia delapan tahun, ketika ia pertama kali diperkenalkan dengan olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Setelah menganggapnya sebagai hobi, ia bergabung dengan sekolah wushu dan dilatih untuk menjadi atlet profesional.

Ini adalah SEA Games keduanya, setelah berkompetisi dalam pertandingan 2017 yang diadakan di Kuala Lumpur, di mana ia memenangkan medali perunggu. Edgar juga memenangkan medali perak di Asian Games tahun lalu di Jakarta.