Kota Bandung Menerapkan “Chikenisasi” Untuk Mengurangi Kecanduan Smartphone Pada Anak-Anak

program chickenisasi pemerintah bandung

Kaworlds – Pemerintah kota Bandung mencadangkan program “chickenisation” untuk membatasi penggunaan ¬†smarthphone pada anak-anak dimasa sekarang ini. Pemerintah berharap alam dapat menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kecanduan internet. Tetapi bisakah anak ayam dan pohon benar-benar dapat menggantikan smartphone?

Kota Bandung Jawa Barat telah meluncurkan program percontohan uintuk membuat siswa menjauh dari layah smartphone dengan memberi mereka anak ayam dan biji cabai dengan harapan bahwa anak-anak akan menghabiskan lebih sedikit waktu pada perangkat elektronik dan lebih banyak waktu merawat hewan peliharaan atau tanaman mereka.

Pemerintah Kota Bandung mengatakan bahwa 2000 anak ayam dan 1500 benih cabai akan diberikan kepada 10 sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama di kota itu.

Walikota Oded M. Danial mengadakan upacara penyerahan simbolis awal pekan ini untuk meluncurkan program tersebut. Dia berharap proyek ini akan membantu anak-anak untuk menggunakan gadget elektronik lebih jarang, tetapi otoritas pendidikan setempat perlu waktu untuk mengevaluasinya.

Kecanduan Smartphone

Rata-rata pengguna internet Indonesia menghabiskan delapan jam dan 36 menit per hari untuk online, itu hampir dua jam lebih tinggi dari rata-rata global menurut Global Digital Report 2019, yang diciptakan oleh platform manajemen media sosial Hootsuite dab agen pemasaran digital We Are Social.

Baca Juga : Medali Indonesia Dirampas Akibat Aturan Aneh SEA Games 2019 di Filipina

Beberapa orang tua di Bandung tampak mendukung program yang dijuluki “Chickenisasi”. Menurut sebuah artikel yang di posting di web resmi pemerintah daerah.

“Ada baiknya meningkatkan disiplin anak-anak. Merawat pohon lebih baik daripada bermain dengan ponsel,” kata orang tua setempat bernama Elis Puri. Anak perempuan Ibu Elis diberi biji cabai.

Beberapa anak yang diberi anak ayam mengatakan bahwa mereka memiliki berbagai rencana untuk burung-burung itu. Seorang siswa kelas lima mengatakan dia berharap untuk membiakkan ayam. Sementara seorang siswa kelas tujuh mengatakan dia berharap untuk merawat ayamnya sampai cukup besar untuk dimasak. (Emily Dikson dari CNN)