Pembagian Masker Oleh Trawlbens Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Kawordls – Virus Corona jenis baru atau yang bisa disebut Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Bagaimana tidak, virus yang sudah menyebar ke seluruh dunia khususnya di Indonesia sudah menjangkiti puluhan ribu orang dan menyebabkan seribuan orang meninggal dunia. Hingga saat ini vaksin atau obat untuk virus ini belum juga ditemukan. Dampaknya kepada dunia sangat besar, perekonomian dunia terganggu, banyak usaha yang terpaksa gulung tikar. Dan banyak orang yang kehilang pekerjaannya akibat di PHK dari perusahaannya.

Banyak cara telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus ini. Salah satunya adalah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan menggalakkan penggunaan masker dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Namun kebijakan dari pemerintah tidak dapat berjalan dengan semestinya jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Oleh sebab itu masyarakat harus berperan dalam melawan penyebaran Covid-19 dengan memakai masker ketika sedang berada di tempat umum.

PT. Trawlbens Teknologi Anak Indonesia sebagai jasa cargo terbaik saat ini ikut berpartisipasi dalam pemutusan rantai penyebaran virus Corona baru/Covid19 dengan membagikan 5000 masker kain kepada masyarakat yang membutuhkan disejumlah titik di Jakarta.

Benni Syarifudin, sebagai founder Trawlbens mengatakan jika langkah ini adalah inisiatif darinya sendiri untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai pesebaran Covid-19 di Indonesia. Namun yang menarik adalah masker yang dibagikan bukanlah masker biasa, melainkan masker yang di produksi disebuah panti asuhan di daerah Bandung.

Kami pesan di Bandung dan kebetulan pengrajinnya mereka mengasuh anak yatim dari NTT dan anak-anak itu pula yang membuatnya,” ujar Beni.

Pada saat pembagian masker tersebut, tim dari Trawlbens membagikan masker kain itu kepada pengguna jalan yang kedapatan tidak memakai masker. Tetapi untuk masyarakat yang sudah punya masker pun tetap akan dibagikan secara cuma-cuma.

Pengendara motor, sopir angkot, bajaj dan pejalan kaki yang kami temui tidak menggunakan masker adalah sasaran utama kami,” tambahnya.

Beni menjabarkan jika satu buah masker tersebut seharga satu buah nasi bungkus dengan lauk yang lengkap. Dengan demikian pembagian 5000 masker tersebut sama saja dengan pembagian 5000 paket nasi bungkus kepada masyarakat.

Jika dikonversi nilai jual, masker yang kami bikin itu satuannya seharga Rp15.000-Rp20.000. Kami sengaja buat dengan kualitas yang bagus,” ujarnya.

Mungkin kalau diberikan nasi bungkus sekali makan dia akan lapar lagi. Kadang bagi yang tidak punya uang akan merasa sayang jika dibelikan masker. Mending dibelikan beras atau makan anaknya. Untuk itu kami pilih gerakan kali ini memberikan masker,” tambah Beni.

Atas aksi yang PT. Trawlbens Teknologi Anak Indonesia ini, Beni berharap dapat membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 dan menginspirasi perusahaan atau orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Kami pun konsisten untuk terus membantu pemerintah mengatasi masalah-masalah ataupun musibah yang ada di Indonesia,” tutupnya.