Pesawat Pegasus Airlines Tergelincir Saat Mendarat di Istanbul Turki

Kaworlds – Sebuah pesawat penumpang yang mendarat di Bandara International Sabiha Gokcen di Istanbul pada hari Rabu tergelincir di landasan pacu saat mendarat di tengah cuaca buruk dan hujan lebat. Kejadian ini menewaskan tiga orang dan melukai 179 orang, kata pihak berwenang di Turki. Pesawat menabrak ladang dan pecah menjadi tiga bagian.

Penumpang terlihat berhamburan keluar melalui badan pesawat untuk melarikan diri, situasi itu digambarkan oleh Kementrian Transportasi sebagai “pendataran kasar”.

Pesawat itu tampaknya diterpa angin kencang dan hujan lebat yang menghantam Istanbul, kota terbesar di Turki.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan pesawat gagal “berpegangan di landasan” dan tergelincir sekitar 50-60 meter sebelum jatuh ke dalam parit dari ketinggian sekitar 30 cm.

“Kami sangat sedih, tapi kami sangat senang bahwa kami lolos dari kecelakaan yang lebih besar,” kata Yerlikaya, menambahkan bahwa pesawat bisa saja terbakar.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca melaporkan pada hari Kamis pagi bahwa tiga orang telah meninggal dan 179 memerlukan perawatan di beberapa rumah sakit.

Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai berbiaya rendah Turki, Pegasus Airlines, berasal dari kota pelabuhan Aegean, Izmir, lapor televisi NTV.

Pesawat itu membawa 177 orang penumpang dan enam awak, kata hubernur itu, sementara laporan media Turki mengatakan ada 12 anak-anak di dalamnya.

Survivor Dogus Bilgic, 24, mengatakan kepada saluran televisi Turki NTV bahwa ia melarikan diri dari pesawat yang hancur melalui celah di dekat tempat duduknya dan merupakan salah satu penumpang pertama yang keluar.

“Kami melakukan perjalanan (di landasan) selama sekitar 20 atau 30 detik, lalu tiba-tiba kami terbang dari landasan,” katanya sambil duduk di kursi roda karena cidera kaki.” itu terjadi dalam beberapa detik.”

“Saya duduk di suhu 25C. Saya yakin pesawat pecah di baris 26,” kenang Bilgic, seraya menambahkan bahwa dia melemparkan dirinya keluar dari pesawat ketika dia melihat celah.

“Bagian depan pesawat berada dalam kondisi yang mengerikan. Saya melihat, setelah saya berada di tanah, itu telah benar-benar pecah,” katanya.

Ketika penumpang lain muncul dari reruntuhan, Bilgic mengatakan dia membantu dua atau tiga orang turun ke tanah.

“Aku membawa mereka ke suatu tempat karena mereka tidak sebaik kami,” katanya, kemudian melarikan diri dari pesawat dengan yang lain, takut kemungkinan ledakan. “Ada kekacauan total,” katanya.

NTV menunjukan gambar pesawat yang rusak parah dan nyala api di dalam, yang kemudian dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga : Billie Eilish Pecahkan Rekor Baru di Grammy Awards 2020

Kecelakaan Kedua Dalam 30 Hari Terakhir

Pegasus adalah milik pribadi, maskapai berbiaya rendah yang berbasis di Istanbul yang terbang 97 rute, sebagian besar di Turki dan ke tujuan di Eropa, Timur Tengah dan Asia Tengah.

Kecelakaan itu terjadi di bulan yang sama dengan kejadian sebuah pesawat pegasus tergelincir di bandara yang sama pada 7 Januari 2020 yang membawa 164 orang.

“Pegasus dikenal dengan tarifnya yang rendah tetapi tidak adil untuk merek mereka sebagai maskapai yang tidak aman akibat mematok tarif yang bersaing,” kata spesialis penerbangan Alex Macheras.

“Tetapi akan ada pertanyaan serius yang diajukan sekarang bahwa maskapai ini telah mengalami kejadian yang sama dalam kurun waktu hanya 4 minggu yaitu tergelincir di landasan pacu.”

Ketika kegelapan mulai turun, lusinan anggota regu penyelamat berkumpul di sekitar badan pesawat yang diterangi banjir, termasuk di sekitar kokpit yang terbalik. Pesawat itu adalah Boeing 737 yang berusia 11 tahun, menurut situs pelacakan penerbangan Flighradar24.

“Kami mengetahui laporan media dan kami mengumpulkan lebih banyak informasi,” kata Peter Pedzara, juru bicara Boeing.

NTV mengatakan yang terluka termasuk dua pilot pesawat, yang katanya dalam kondisi serius. Aluran televisi menyiarkan rekaman komunikasi antara pilot dan kontrol lalu lintas udara di mana pilot diberitahu bahwa penerbangan sebelumnya telah melaporkan penarik yang kuat.

“Menurut informasi yang kami miliki, ada pendaratan kasar. Kecelakaan itu terjadi setelah pesawat tidak bisa melambat dan menabrak lapangan dari ujung landasan,” kata kantor berita Anadoul yang dikelola pemerintah Turki mengutip Menteri Transportasi dan Infrastuktur Mehmet Cahit Turhan mengatakan.

Jaksa membuka penyelidikan kecelakaan itu, kata agen itu,

Source : Aljazeera.com