Seorang Tentara Menjadi Pelaku Penembakan Paling Berdarah di Thailand, 29 orang tewas.

Kaworlds – Nakon Ratchasima, Thailand –¬† Seorang prajurit dengan memambi buta menembaki 26 orang tak bersalah dan melukai 57 lainnya dalam sebuah kasus penembakan terburuk di Thailand, sebelum akhirnya ia ditembak mati di dalam sebuah mall di Kota Korat, Provinsi Nakon Ratchasima pada hari Minggu, kata pejabat setempat.

Para pejabat mengatakn tentara itu marah atas perselisihan keuangan, pertama membunuh dua orang di pangkalan militer dan kemudian pelaku lari ke pusat perbelanjaan atau mall di Kota Korat. Sesampainya disana, dia melanjutkan aksinya menembaki orang-orang di dalam mall secara membabi buta tanpa pandang  bulu.

Butuh 16 jam untuk melumpuhkan pelaku yang akhirnya di tembak mati oleh seorang penembak jitu.

Pihak berweanng mengatakn Sersan. Mayor Jakrapanth Thomma berada di belakang serangan Nakhon Ratchasima, sebuah provinsi untuk wilayah timur laut pedesaan Thailand yang relatif lebih miskin. Sebagian besar penembakan terjadi di Mall Terminal 21 Korat, sebuah mal bertema bandara yang dipenuhi dengan patung-patung Lego yang berwarna-warni, sebuah komidi putar dan replikas besar landmark dari seluruh dunia.

“Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand,” Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan kepada wartawan saat ia memberikan penghitungan akhir Minggu pagi setelah mengunjungi para korban terluka di rumah sakit.

“Saya harap ini satu-satunya dan insiden terakhir, dan tak akan pernah terjadi lagi . Tidak ada yang mau ini terjadi. Bisa jadi karena kesehatan mental orang ini di momen khusus ini,” katanya.

Prayuth mengatakan dia khawatir bahwa orang-orang di dalam mal dapat secara tidak sengaja terkena peluru yang ditembakan oleh polisi, tetapi saya telah memeriksa itu tidak terjadi.”

Video yang diambil di luar mal menunjukkan orang-orang sembunyi untuk berlindung saat penembakan dilakukan pada Sabtu sore. Banyak yang terbunuh di luar mal, beberapa di dalam mobil, dan yang lain sedang berjalan kaki.

Nattaya Nganiem dan keluarganya baru saja selesai makan dan pergi, kemudian pada saat sudah pergi tersebut dia mendengar suara tembakan.

“Pertama, saya melihat seorang wanita keluar dari mal dengan histeris,” kata Nattaya, yang merekam video adegan itu di smartphonenya. “Lalu seorang pendendara sepeda motor di depannya hanya berlari dan meninggalkan motornya di sana.”

Ratusan orang dievakuasi dari mal dalam jumlah kecil oleh polisi ketika mereka mencari pria bersenjata itu.

“Kami takut dan berlari untuk bersembunyi di toilet,” kata Sumana Jeerawattanasuk, salah satu dari mereka yang diselamatkan oleh polisi. Dia mengatakan tujuh atau delapan orang bersembunyi di ruangan yang sama dengannya.

“Aku sangat senang, karena saya sangat takut terluka,” katanya.

Tak lama sebelum tengah malam, polisi mengumumkan bahwa mereka telah mengamankan bagian atas mal, tetapi masih mencari penembaknya. Sekitar 16 jam kemudian, para pejabat mengadakan konferensi pers di luar mal untuk mengumumkan pria bersenjata itu telah ditembak mati.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kongcheep mengatakan kepada meida Thailand bahwa orang pertama yang tewas adalah komandan Batalyon Amunisi ke-22, tempat tersangka bertugas. Dia mengatakan pria bersenjata itu menembaki orang lain di pangkalannya dan mengambil senjata dan amunisi sebelum melarikan diri dengan pasukan Humvee.

Baca Juga : Pesawat Pegasus Airlines Tergelincir Saat Mendarat di Istanbul Turki

Pria itu juga sempat memposting status di halaman facebooknya selama penembakan berdarah itu.

“Tidak ada yang bisa lolos dari kematian,” tulisnya pada sebuah postingan. Selain itu dia bertanya, “Haruskah saya menyerah?” Dalam posting berikutnya, ia menulis “Saya sudah berhenti.”

Sebuah foto yang beredar di media sosial yang tampaknya diambil dari halaman Facebook menunjukkan seorang pria mengenakan helm militer hijau disamarkan sementara bola api dan asap hitam yang mengamuk di belakangnya. Foto profil Jakrapath menunjukkan dia memakai topeng dan mengenakan seragam gaya militer dan dipersenjatai dengan pistol. Gambar latar belakang adalah pistol dan peluru. Halaman Facebook dibuat tidak dapat diakses setelah penembakan dimulai.

Banyak mal di Thailand, termasuk Terminal 21 di Bangkok, memiliki detektor logam dan kamera keamanan di pintu masuk yang diawaki oleh penjaga kemanana berseragam tetapi tidak bersenjata. Pemeriksaan pada mereka yang masuk seringkali hanya sepintas lalu.

Di Bangkok, Terminal 21 asli di jantung kota yang ramai dipenuhi pembeli seperti biasa pada Minggu pagi. Tidak ada tanda-tanda peningkatan keamanan atau peringatan tragedi yang terjadi di Korat.

Kekerasan senjata tidak pernah terjadi di Thailand. Senjata api dapat diperoleh secara legal, dan banyak orang Thailand memiliki senjata. Penembakan massal jarang terjadi, meskipun kadang-kadang terjadi pertempuran senjata di ujung selatan negara itu, tempat pemerintah selama bertahun-tahun memerangi pemberontakan separatis yang sudah berjalan lama.

Insiden di Korat terjadi hanya satu bulan setelah penembakan mal tingkat tinggi launnyam di kota Lopburi, Thailand Tengah. Dalam kasus itu, seorang pria bersenjata bertopeng yang membawa pistol dengan peredam menewaskan tiga orang, termasuk seorang bocah lelaki berusia 2 tahun, dan melukai empat lainnya saat ia merampok sebuah toko perhiasan. Seorang tersangka, seorang direktur sekolah, ditangkap kurang dari dua minggu kemudian dan dilaporkan mengaku, mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menembak siapa pun pada saa itu.